Bank Neo Commerce Mengusung Road to Profitability dengan Meningkatnya Akuntabilitas

by -46 Views
Bank Neo Commerce Mengusung Road to Profitability dengan Meningkatnya Akuntabilitas

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC menunjukkan peningkatan kinerja keuangan sepanjang tahun 2023. Penyempurnaan terjadi dalam komitmen Perusahaan untuk meningkatkan akuntabilitas.

Selain itu, BNC terus mencatatkan berbagai pencapaian yang positif, mulai dari penambahan fitur transaksi dan produk perbankan yang semakin lengkap bagi pengguna. Pertumbuhan bisnis juga terjaga secara konsisten dari waktu ke waktu.

“Kami berada dalam tahap Road to Profitability. BNC berhasil menutup tahun 2023 dengan kinerja yang positif berkat penerapan prinsip kehati-hatian dan inisiatif yang kami lakukan,” ungkap Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa (5/3/2024).

Perbaikan dalam operasional dan bisnis terlihat dari peningkatan kualitas kredit yang baik, pendapatan bunga yang meningkat, dan efisiensi operasional. Hal ini menjadi fondasi yang kuat untuk menguatkan posisi BNC. “Kami optimis untuk mencapai laba sepanjang tahun 2024 ini,” katanya.

Di tahun ketiga setelah bertransformasi menjadi bank digital, BNC fokus pada praktik perbankan yang lebih berhati-hati dan akuntabel. Hingga 31 Desember 2023, BNC telah menyalurkan kredit sebesar Rp 10,78 triliun, meningkat 5,26% dibandingkan tahun 2022. Penyaluran kredit yang lebih terukur telah membawa kualitas kredit yang baik dengan rasio kredit bermasalah atau NPL net sebesar 0,95%.

Dari sisi pendanaan, BNC berhasil mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 13,87 triliun hingga 31 Desember 2023. Perusahaan berkomitmen untuk terus melengkapi produk dan layanan, terutama produk Tabungan, serta memperluas ekosistemnya untuk meningkatkan komposisi CASA tahun 2024. Sementara itu, komposisi Loan to Deposit Ratio (LDR) naik menjadi 77,73% pada tahun 2023 dari 70,89% tahun sebelumnya.

Prestasi ini meningkatkan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) secara signifikan tahun 2023, sebesar 86,32% atau menjadi Rp 3,54 triliun dibandingkan dengan Rp 1,90 triliun tahun 2022.

Rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BNC pada tahun 2023 turun 15,01%. Dari 127,28% pada periode yang sama tahun 2022 menjadi 112,27% tahun 2023. Total aset sedikit turun dari Rp 19,69 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 18,17 triliun pada Desember 2023.

Kinerja keuangan tersebut membuat BNC berhasil menurunkan kerugian signifikan menjadi Rp 573 miliar pada Desember 2023, dari Rp 789 miliar pada Desember 2022.

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit Bank Indonesia di tahun 2024, BNC juga memproyeksikan kenaikan kredit minimal 20% di tahun tersebut dengan tetap hati-hati dan terukur.

Untuk mencapai target bisnis, BNC akan memperluas layanan perbankan dengan melengkapi produk, bekerja sama dengan mitra strategis, dan meningkatkan penghimpunan dana masyarakat.

Memasuki tahun keempat setelah transformasi, BNC bertekad untuk meningkatkan daya saing Bank dalam memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat dan meningkatkan kredibilitas sebagai bank digital pilihan masyarakat.

Sebagai bank inovatif, Aditya mengatakan BNC akan terus mengembangkan produk dan layanannya serta bekerja sama dengan mitra strategis untuk menyediakan produk perbankan yang lebih lengkap dengan menekankan tata kelola yang baik.

“Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BNC untuk memberikan pengalaman perbankan berbasis digital yang aman, nyaman, dan lengkap bagi masyarakat,” tutup Aditya.

(adv/adv)