Anies Memaparkan Rencana Strategis untuk Membawa Indonesia Menjadi Negara Maju

by -44 Views
Anies Memaparkan Rencana Strategis untuk Membawa Indonesia Menjadi Negara Maju

Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki rencana tersendiri untuk mengejar target menjadi negara maju. Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin, Thomas Lembong menuturkan salah satu strategi untuk mengejar target menjadi negara maju itu adalah dengan meningkatkan kesejahteraan kelas menengah RI. Thomas menilai peran kelas menengah dalam majunya negara amat penting. Dia mengatakan setiap negara maju pasti memiliki penduduk kelas menengah dalam jumlah banyak.

“Setiap negara yang ekonominya sukses dan berkelanjutan itu pasti punya kelas menengah yang tebal,” kata dia dalam program Your Money Your Vote bertajuk “Jurus Ekonomi Capres-Cawapres di Tengah Perang dan Ketidakpastian Global”, kata Thomas, dikutip Jumat (5/1/2024).

Thomas mengatakan fokus kebijakan Anies adalah meningkatkan kesejahteraan kelas menengah ini. Anies ingin mereka yang tergolong berpenghasilan rendah, naik ke kelas menengah bawah. Sementara masyarakat kelas menengah bawah naik ke kelas menengah dan kelas menengah naik ke kelas menengah atas. “Jadi kita benar-benar harus konsentrasi fokus kebijakan yang bisa membuat kelas menengah bawah naik ke kelas menengah, sementara yang kelas menengah naik ke kelas menengah atas,” katanya.

Menurut Thomas untuk meningkatkan kesejahteraan kelas menengah ini kuncinya bukanlah investasi di sektor sumber daya alam. Melainkan investasi di aspek sumber daya manusia, seperti pendidikan dan kesehatan. “Investasi yang saat ini dikejar itu pabrik smelter, sementara Pak Anies ini sudah berkali-kali mengatakan pandangan bahwa kekuatan kita bukanlah sumber daya alam, kekuatan dan aset kita adalah manusia,” katanya. “Kalau kita lihat fakta di seluruh dunia, kebanyakan negara yang kaya dengan sumber daya alam itu biasanya miskin dan banyak negara yang tidak punya sumber daya alam itu malah kaya, seperti Jepang, Singapura, Taiwan. Jadi justru terbalik kita harus benar-benar fokus ke manusia, ke kesehatan, pendidikan itu yang menciptakan keunggulan dan daya saing.”