Bukan Tanda Lemah, 4 Manfaat Menangis bagi Kesehatan Mental

by -42 Views

Menangis kerap dianggap sebagai tanda kelemahan. Anggapan itu membuat banyak orang memilih menahan air mata, terutama ketika berada di hadapan orang lain dan ingin tetap terlihat kuat. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pandangan berbeda. Menurutnya, menangis merupakan mekanisme alami tubuh yang dapat membantu proses pemulihan diri dan memberikan manfaat bagi kesehatan mental.

Pandangan tersebut disampaikan Budi melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram miliknya. Ia menekankan bahwa tangisan tidak semestinya dipahami sebagai tanda seseorang rapuh atau tidak mampu menghadapi persoalan. Sebaliknya, menangis merupakan salah satu cara tubuh melepaskan emosi yang dirasakan.

“Jangan salah, menangis itu ternyata ada manfaatnya loh buat kesehatan jiwa,” kata Budi, dikutip Kamis (1/10/2026).

Menangis bukan ukuran kekuatan seseorang

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat menahan tangis karena khawatir dinilai lemah, berlebihan, atau tidak mampu mengendalikan diri. Tekanan untuk selalu tampak tegar juga membuat ekspresi emosi sering disembunyikan. Padahal, berdasarkan penjelasan yang disampaikan Budi, menangis merupakan respons alami yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan seseorang.

Ketika air mata ditahan, emosi yang sedang dirasakan tidak serta-merta hilang. Karena itu, memberi ruang bagi diri sendiri untuk menangis dapat menjadi bagian dari proses menghadapi perasaan. Tangisan tidak menghapus masalah yang sedang dihadapi, tetapi dapat menjadi bentuk pelepasan emosi, bukan pertanda kegagalan dalam menghadapi keadaan.

Penjelasan Menteri Kesehatan itu juga menempatkan kesehatan jiwa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan seseorang. Perhatian terhadap kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan, tetapi juga dengan cara seseorang memahami dan merespons emosi yang muncul.

Respons alami yang perlu dipahami

Pesan yang disampaikan Budi mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif kepada orang yang menangis. Air mata tidak selalu berarti seseorang kehilangan kendali. Dalam konteks tertentu, tangisan justru merupakan respons tubuh terhadap emosi yang sedang dirasakan.

Karena itu, menangis tidak seharusnya otomatis diposisikan sebagai sesuatu yang memalukan. Setiap orang dapat memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan perasaan, dan menangis merupakan salah satu bentuk ekspresi tersebut. Dengan memahami tangisan sebagai proses alami, seseorang tidak perlu terus-menerus memaksakan diri untuk terlihat kuat ketika sedang menghadapi beban emosional.

Budi menyebut menangis memiliki manfaat bagi kesehatan jiwa. Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari hal yang sederhana, termasuk mengakui emosi yang sedang dirasakan tanpa langsung menganggapnya sebagai kelemahan.

Source link