Mulut Bau karena Jengkol? Ini Cara Cepat Menghilangkannya

by -37 Views

Jengkol kerap hadir dalam semur, sambal, atau balado karena rasanya yang khas. Namun, setelah disantap, aroma kuatnya dapat tertinggal di mulut dan napas. Kondisi ini bisa terasa mengganggu ketika harus berbicara dengan orang lain, terlebih jika menyikat gigi saja belum cukup mengurangi baunya.

Aroma tersebut tidak selalu berasal dari sisa makanan yang menempel di gigi. Jengkol mengandung senyawa sulfur yang berkontribusi terhadap bau khasnya. Setelah dikonsumsi, sebagian senyawa itu dapat berinteraksi dengan lingkungan di dalam rongga mulut sehingga aromanya tidak langsung hilang.

Langkah yang bisa dilakukan setelah makan jengkol

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah menyikat gigi secara menyeluruh. Perhatian juga perlu diberikan pada lidah, terutama bagian belakangnya. Permukaan lidah dapat menampung sisa makanan, sel yang terlepas, dan bakteri yang berkontribusi terhadap pembentukan senyawa sulfur penyebab bau mulut.

Lidah bisa dibersihkan perlahan menggunakan sikat gigi atau pembersih lidah. Sejumlah penelitian menunjukkan, pembersihan lidah yang dilakukan bersamaan dengan menyikat gigi dapat membantu menurunkan kadar senyawa sulfur volatil dan mengurangi bau napas.

Sela-sela gigi juga tidak boleh dilewatkan. Sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau seluruh ruang di antara gigi, tempat sisa makanan dapat terselip dan kemudian menjadi sumber bau. Benang gigi atau pembersih interdental dapat digunakan untuk membersihkan bagian tersebut.

Minum air putih menjadi langkah sederhana lain yang dapat membantu. Air menjaga mulut tetap lembap dan membantu membersihkan sisa makanan di rongga mulut. Sebaliknya, kondisi mulut yang kering dapat membuat bau napas lebih mudah muncul atau terasa lebih kuat.

Obat kumur dapat dipakai sebagai pelengkap setelah menyikat gigi. Namun, efek setiap produk berbeda. Obat kumur kosmetik umumnya hanya memberikan sensasi segar dan menutupi bau untuk sementara. Produk dengan bahan aktif seperti cetylpyridinium chloride, zinc, atau bahan antimikroba tertentu dapat membantu mengurangi bakteri maupun senyawa yang berkontribusi terhadap bau mulut.

Meski begitu, obat kumur tidak menggantikan kegiatan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi. Jika sedang berada di luar rumah dan belum bisa membersihkan mulut, permen karet bebas gula dapat menjadi pilihan sementara. Aktivitas mengunyah merangsang produksi air liur yang membantu proses pembersihan alami di dalam mulut.

Jangan berharap bau hilang seketika

Permen karet hanya membantu mengurangi atau menyamarkan bau untuk sementara. Aroma dari senyawa jengkol tetap membutuhkan waktu untuk benar-benar berkurang. Karena itu, tidak ada metode yang menjamin bau jengkol lenyap secara instan.

Kopi dan rokok juga bukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Rokok dapat membuat mulut lebih kering, sedangkan kopi meninggalkan aroma kuat yang pada sebagian orang justru membuat napas semakin tidak sedap. Air putih dan kebersihan mulut menjadi pilihan yang lebih tepat.

Jika bau mulut tetap bertahan setelah jengkol tidak lagi dikonsumsi dan kebersihan mulut sudah dijaga, penyebabnya mungkin bukan makanan tersebut. Bau napas yang menetap dapat berkaitan dengan masalah gigi dan gusi, lapisan lidah, atau kondisi lain yang perlu diperiksa oleh dokter gigi.

Source link