Bahaya Tambal Gigi Instan Online: Risiko Infeksi dan Bengkak

by -52 Views

Produk yang dipasarkan sebagai “tambal gigi instan” semakin mudah ditemukan melalui platform belanja daring. Bahan tersebut ditawarkan sebagai cara praktis dan terjangkau untuk menutup gigi berlubang tanpa perlu datang ke dokter gigi. Namun, kemudahan penggunaan tidak berarti produk itu dapat menggantikan pemeriksaan dan tindakan medis.

Penggunaan bahan tambal secara mandiri berisiko menutupi masalah tanpa mengatasi penyebabnya. Jika jaringan yang telah terinfeksi langsung ditutup, jaringan tersebut dapat tetap terperangkap di dalam gigi. Proses penyakit pun berpotensi berlanjut meski lubang pada permukaan gigi terlihat telah tertutup.

Penambalan harus didahului pemeriksaan

Dokter Gigi Umum Palapa Dentists, drg. Rasyid Abdulaziz, mengatakan penambalan bukan sekadar menempelkan bahan pada bagian gigi yang berlubang. Sebelum tindakan dilakukan, dokter perlu menilai sejumlah kondisi, mulai dari kedalaman karies, keadaan pulpa, jaringan di sekitar gigi, hingga hubungan gigitan.

“Sebelum dilakukan penambalan, dokter gigi perlu menilai kondisi gigi, kedalaman karies, kondisi pulpa, jaringan di sekitar gigi, serta hubungan gigitan. Karena itu, tindakan ini memerlukan pertimbangan klinis dan teknik yang tepat,” kata Rasyid, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, gigi berlubang atau karies merupakan proses penyakit yang penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi klinis setiap pasien. Karies berkembang ketika bakteri dan produk metaboliknya secara bertahap merusak jaringan keras gigi.

Risiko bergantung pada kedalaman karies

Secara anatomi, gigi terdiri atas email sebagai lapisan terluar, dentin di bawahnya, serta pulpa di bagian dalam. Pulpa mengandung jaringan saraf dan pembuluh darah. Ketika karies semakin dalam, kemungkinan pulpa mengalami peradangan atau kerusakan juga semakin besar.

Kondisi tersebut membuat tindakan pada setiap gigi tidak dapat disamaratakan. Bahan yang digunakan, cara pemasangan, serta keputusan apakah gigi cukup ditambal atau memerlukan penanganan lain harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Penilaian itu juga mencakup jaringan gigi yang masih tersisa dan keadaan jaringan di sekitarnya.

Rasyid menjelaskan, dokter gigi terlebih dahulu perlu menghilangkan jaringan karies sesuai indikasi. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kontrol kontaminasi dan kondisi jaringan gigi yang tersisa sebelum bahan tambal ditempatkan.

“Ketika seseorang melakukan penambalan gigi sendiri menggunakan bahan tambal instan, tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko yang serius bagi kesehatan,” ujarnya.

Karena itu, bahan yang dibeli secara daring tidak seharusnya digunakan sebagai pengganti diagnosis. Menutup lubang secara mandiri tanpa mengetahui kedalaman karies dan kondisi bagian dalam gigi dapat membuat masalah yang mendasari tidak tertangani.

Source link