Keputusan Presiden Meningkatkan Harga Bensin, Warga Berjuang dengan Rp72.700

by -91 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) menghadapi gejolak harga bensin menjelang peringatan Labor Day akibat konflik baru antara AS dan Iran. Harga bensin diperkirakan akan melonjak hingga US$4,03 per galon atau sekitar Rp70.900, rekor tertinggi yang pernah tercatat.

Harga Bensin di Puncak Tertinggi Sejarah

Dalam rencana serangannya ke Pulau Kharg, sebuah lokasi strategis industri minyak Iran, AS berhasil menenggelamkan tiga kapal tanker minyak Iran sebagai pembalasan atas serangan rudal balistik Iran ke kapal AS. Analis GasBuddy Patrick De Haan mengungkapkan bahwa harga bensin saat ini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah saat memasuki periode Labor Day. Labor Day sendiri merupakan perayaan Hari Buruh di AS yang memberikan akhir pekan panjang bagi warga setempat.

De Haan menuliskan di blognya, “Bagi pertama kalinya, rata-rata harga bensin nasional melampaui US$4 per galon pada Labor Day.”

Krisis Harga Bensin dan Dampaknya

Pada Kamis sebelumnya, harga rata-rata bensin sudah mencapai US$4,13 per galon, naik hampir US$1 dari periode yang sama tahun lalu, jauh di atas rekor sebelumnya sebesar US$3,83 per galon.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah global dan mendorong harga minyak melebihi US$90 per barel, serta mendorong kenaikan harga bahan bakar di tingkat konsumen.

Perilaku Pengendara Terdampak

Tren kenaikan harga telah mempengaruhi perilaku pengendara. Contohnya, Randi O’Brien, warga Colorado, mengalami kesulitan membeli bensin dengan harga yang semakin tinggi. Ia hanya mampu mengisi bensin senilai US$15 untuk truknya.

O’Brien mengaitkan kenaikan harga bensin dengan meningkatnya ekspor minyak mentah dan produk bahan bakar AS setelah konflik dengan Iran mulai memanas. Fakta menunjukkan bahwa ekspor produk olahan minyak AS meningkat lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan stok bensin di AS turun menjadi 205,7 juta barel, di bawah rata-rata lima tahunan Agustus. Analis energi Tom Kloza bahkan memperingatkan bahwa harga bensin berpotensi melewati rekor US$5,82 per galon pada tahun 2022.

Source link