6 Bahaya Abu Vulkanik yang Harus Diwaspadai

by -91 Views

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Meluas

Jakarta (ANTARA) – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dan dampaknya mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Pada Minggu (6/9), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Berdasarkan analisis citra satelit BMKG, abu vulkanik bergerak pada beberapa ketinggian dengan arah yang berbeda. Sebaran pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak menuju timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan perairan di sekitarnya. Sementara itu, abu pada ketinggian lebih tinggi terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai wilayah Bogor hingga Sukabumi. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Berbagai Bahaya Abu Vulkanik

Badan Geologi menyebut Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api tersebut serta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan abu lebat dan bahaya erupsi lainnya.

Bahaya Paparan Abu Vulkanik bagi Tubuh dan Lingkungan

1. Mengganggu Saluran Pernapasan
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel yang sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut maupun kronis.

2. Membuat Mata Perih dan Iritasi
Mata juga mudah terdampak ketika abu vulkanik beterbangan. Partikel abu dapat membuat mata terasa perih, gatal, merah atau berair.

3. Mengiritasi Kulit
Kontak langsung dengan abu vulkanik dapat membuat kulit mengalami iritasi. Abu yang menempel di kulit sebaiknya segera dibersihkan dengan cara yang aman.

4. Mengurangi Jarak Pandang
Abu vulkanik tidak hanya masalah kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi udara yang dipenuhi abu dapat membuat jarak pandang menurun.

5. Berbahaya bagi Kendaraan
Abu vulkanik dapat menempel pada kendaraan dan masuk ke mesin. Berkendara di tengah hujan abu yang lebat dapat memperburuk jarak pandang dan berbahaya bagi pengendara.

6. Menimbun Atap
Abu vulkanik dalam jumlah besar dapat memberikan beban tambahan pada atap bangunan dan meningkatkan risiko kerusakan.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika yang dapat merusak organ tubuh yang terkena, seperti mata, hidung, mulut, dan kulit.

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Ketika terdampak abu vulkanik, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker, dan pelindung mata. Bersihkan tubuh dan pakaian setelah beraktivitas di luar.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah untuk keamanan dan kewaspadaan.

Source link