5 Cara Mengatasi Masalah Keuangan di Bank

by -36 Views

Menteri Keuangan Memilih Metode Base Money untuk Pantau Likuiditas Perbankan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan metode base money atau M0 sebagai cara untuk memantau kondisi likuiditas sistem keuangan. Penggunaan base money dianggap lebih akurat daripada rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK).

Purbaya mengungkapkan bahwa AL/DPK seringkali tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi likuiditas perbankan. Dengan menggunakan base money, ia menegaskan bahwa data yang diperoleh akan lebih representatif.

Base Money: Gambaran Likuiditas Sistem Keuangan

Menurut Purbaya, base money atau M0 memiliki kelebihan dalam menggambarkan kondisi likuiditas perbankan secara keseluruhan, termasuk kondisi kredit. Pada Juli 2026, pertumbuhan base money telah mencapai 18,3%, menunjukkan adanya keseimbangan yang baik dalam sistem keuangan.

Selain itu, Purbaya juga menegaskan pentingnya kerjasama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan kondisi likuiditas tetap stabil. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan kondisi likuiditas perbankan akan semakin membaik.

Dampak Positif bagi Sektor Swasta

Dengan kondisi likuiditas yang terjaga, sektor swasta diharapkan bisa tumbuh lebih baik. Purbaya menyatakan bahwa sektor swasta akan mendapatkan manfaat dari kondisi likuiditas yang membaik, sehingga pertumbuhan ekonomi pada sektor tersebut dapat meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan demikian, penggunaan metode base money sebagai cara untuk memantau likuiditas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sistem keuangan secara keseluruhan.

Source link