Kapal Induk AS Bawa 5.000 Tentara Dekati RI: Analisis Lengkap

by -57 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Kapal induk USS Abraham Lincoln milik Amerika Serikat (AS) akan segera merapat di Thailand pekan depan setelah pengerahan di Timur Tengah selama lebih dari 250 hari. Kedatangan kapal ini memunculkan kekhawatiran terkait kondisi fisik dan mental kru di atas kapal yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir.

Kedatangan USS Abraham Lincoln di Thailand

Menurut laporan Bangkok Post, kapal USS Abraham Lincoln telah berlayar sejak Sabtu dan belum bersandar di pelabuhan manapun selama kurun waktu tersebut. Durasi ini mencatat rekor modern untuk kapal perang AS berada di lautan lepas selama berturut-turut.

Seorang pejabat Thailand menyatakan bahwa ribuan pasukan AS tersebut akan singgah di Thailand untuk beristirahat setelah perjalanan panjang di laut. Meskipun tanggal dan lokasi pasti kedatangan di pelabuhan Thailand belum diumumkan secara resmi, namun kapal induk AS biasanya bersandar di Sattahip, Chon Buri.

Rekaman Perjalanan USS Abraham Lincoln

USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego pada 21 November 2025 untuk misi enam bulan namun diperpanjang hingga lebih dari sembilan bulan. Sebelumnya, kapal ini hanya singgah di Guam pada Desember tahun lalu sebelum melanjutkan pelayaran.

Kondisi ekstrem di atas kapal tersebut memicu kekhawatiran dari 15 senator AS terkait krisis kekurangan air dan makanan, pipa ledeng rusak, kelelahan parah, hingga masalah kesehatan mental kru kapal. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menolak laporan tersebut dan menyebutnya sebagai kekeliruan, sementara Presiden AS Trump menuai kontroversi dengan komentar pedasnya.

Demikian kabar terkini terkait kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di Thailand yang menarik perhatian publik terkait kondisi kru di atas kapal yang telah melakukan pelayaran panjang. Penugasan ini menjadi sorotan dan mengundang berbagai tanggapan di AS.

(tps/sef)

Source link