Andy Utama Perkuat Misi Paseban sebagai Wadah Kolaborasi Konservasi

by -118 Views

Peran Paseban Foundation dalam memfasilitasi kolaborasi lintas sektor dalam konservasi lingkungan semakin nyata dengan keterlibatannya menghubungkan aktor-aktor dari beragam bidang dalam upaya pelestarian biosfer. Hal tersebut terwujud dalam Annual Dinner 2026 yang digelar bertepatan pada Hari Konservasi Alam Nasional dan menjadi refleksi perjalanan dua tahun Paseban Foundation berdiri.

Dalam acara yang mengambil tema “Partnership in Cultivating and Stewarding the Biosphere Reserve” ini, beragam institusi bertemu mulai dari pemerintah, organisasi internasional, swasta, tokoh publik, hingga generasi muda. Pertemuan ini menguatkan gagasan bahwa menjaga Cagar Biosfer Cibodas, khususnya Bentang Alam Megamendung, hanya bisa berhasil bila ada sinergi antar pemangku kepentingan melampaui batas sektoral maupun institusi.

Andy Utama selaku pendiri dan pembina Paseban Foundation menegaskan, lembaga ini hadir sebagai ruang bersama untuk keberlanjutan kerja konservasi. Ia yakin bahwa pelestarian tak bisa diselesaikan secara individual ataupun dalam satu masa kepengurusan saja. Kunci keberhasilan konservasi, menurut Andy, adalah keberlanjutan dan kesinambungan lintas generasi.

“Konservasi adalah maraton, bukan lari sprint. Perlu generasi penerus dan daya tahan untuk memastikan alam tetap lestari,” tutur Andy. Dengan filosofi tersebut, Paseban Foundation berfokus menjadi penghubung, bukan pusat, agar semua pihak dapat menggerakkan kapasitas dan sumber dayanya pada tujuan bersama.

Aktivitas Paseban Foundation banyak berakar pada pengalaman konservasi di lapangan. Kegiatan nyata seperti perlindungan habitat, penanaman lebih dari 21.831 pohon lokal, serta restorasi ekosistem menjadi bukti komitmen lembaga ini. Tak hanya itu, program penangkaran burung dan mamalia secara nonkomersial melalui konservasi ex-situ telah menghasilkan anakan satwa seperti rusa, menambah kontribusi konkret terhadap kelestarian fauna.

Pemantauan biodiversitas rutin dilakukan, termasuk dengan survei, kamera jebak, dan observasi langsung, demi memahami kekayaan hayati di kawasan Megamendung. Wahdi Azmi, Direktur Eksekutif Paseban Foundation, mengungkapkan bahwa kawasan ini menjadi habitat penting bagi kelima spesies primata yang masih tersisa di Jawa. Keberadaan Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa turut menegaskan pentingnya kawasan ini sebagai pusat konservasi satwa langka.

Selain fokus pada tindakan lapangan, Paseban Foundation berperan aktif dalam mengelola data dan pembelajaran agar dapat diubah menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Hasil riset, dokumentasi, hingga film dokumenter diberdayakan sebagai media edukasi, advokasi, dan penguatan kapasitas semua pemangku kepentingan. Peluncuran buku seperti “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan “Kepemimpinan Bentang Alam” serta penayangan film dokumenter “The Silent Resilience” adalah upaya nyata mengangkat pengalaman lapangan agar bisa menjadi bahan dialog publik sekaligus pengetahuan bagi generasi berikutnya.

Personalia seperti Nezar Patria dari Kementerian Komunikasi dan Digital menilai, pengelolaan data dari lapangan penting untuk membuka ruang partisipasi publik dan menyebarluaskan kesadaran konservasi. Ia menilai Paseban Foundation mampu menjadi simpul yang memperkuat jaringan antar berbagai inisiatif, khususnya dalam konteks pelestarian Cagar Biosfer Cibodas.

Perwakilan Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia, mengingatkan betapa pentingnya memberi ruang dinamis bagi generasi muda dalam estafet gerak konservasi. Ia menegaskan bahwa generasi senior akan memberikan tongkat estafet kepada yang muda agar perlindungan alam tidak terputus.

Sementara itu, Wiratno sebagai penasehat Paseban Foundation menyampaikan bahwa karakter bentang alam yang tak mengenal batas administratif menuntut adanya manajemen kolaboratif. Kesatuan sistem air, hutan, satwa, dan manusia menjadi landasan untuk kerja lintas sektor serta interkoneksi antar kepentingan.

Dengan mengoptimalkan kolaborasi beragam pihak, pengalaman langsung di lapangan, serta strategi pengelolaan pengetahuan, Paseban Foundation berambisi menciptakan warisan kelembagaan bagi masa depan Bentang Alam Megamendung. Semua usaha ini diupayakan agar kerja konservasi tak berhenti pada satu momentum atau generasi, melainkan terus berkembang melalui regenerasi dan sinergi berkelanjutan antar sektor.

Sumber: 21.831 Pohon Ditanam Di Megamendung, Paseban Foundation Siapkan Konservasi Hingga Generasi Berikutnya
Sumber: 21.831 Pohon Ditanam, Upaya Menjaga Biodiversitas Megamendung Terus Berlanjut