Kementerian Perindustrian Bina Lebih dari 2500 Startup Teknologi di Indonesia
Jakarta, ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memberdayakan 2.577 usaha rintisan berbasis teknologi (startup) melalui Program Startup For Industry (SFI) mulai dari tahun 2018.
Investasi dalam Inovasi Teknologi
Dari total 2.577 startup yang dibina, 67,5% atau 1.740 di antaranya berbasis teknologi, dengan 640 di antaranya fokus pada hardware adjacent seperti IoT, Robotik, AI, dan 3D Printing. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kemenperin untuk mempercepat transformasi industri manufaktur berbasis teknologi dan inovasi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembinaan startup industri merupakan langkah penting dalam implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN), dengan tujuan menguatkan struktur industri, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
Potensi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Startup
Menurut Agus, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan startup di kawasan regional. Saat ini, Indonesia menempati posisi keenam dunia dengan lebih dari 3.100 startup aktif, menjadikannya negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara.
Meskipun demikian, kualitas ekosistem startup di Indonesia masih perlu diperkuat. Global Startup Ecosystem Index 2026 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-45 dunia, menunjukkan bahwa terdapat ruang untuk peningkatan kualitas startup di Tanah Air.
“Indonesia memiliki potensi besar, namun pekerjaan rumah kita adalah meningkatkan kualitas startup agar mampu berkembang, bertahan, dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global,” ungkap Agus.





