Bursa Saham Asia Anjlok Pada Perdagangan Kamis
Pada perdagangan saham Kamis (6/8/2026), bursa saham Asia mengalami pelemahan yang signifikan. Indeks Kospi Korea Selatan tercatat anjlok lebih dari 4% pada hari tersebut, menghapus kenaikan dari sesi sebelumnya. Tekanan pada pasar saham dipicu oleh koreksi saham semikonduktor utama.
Kospi dan Kosdaq Bergerak Berlawanan Arah
Indeks Kosdaq yang didominasi oleh saham teknologi sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup naik 0,26% pada Kamis. Sementara itu, Kospi mengalami penurunan signifikan sejak dibuka hingga ditutup. Indeks Kospi terperosok sebesar 4,58% akibat tekanan jual yang kuat.
Pada sesi perdagangan, Bursa Saham Korea atau Korea Exchange bahkan terpaksa melakukan penghentian sementara pesanan selama lima menit untuk menahan tekanan jual yang berlebihan. Hal ini sesuai dengan mekanisme yang berlaku di bursa saham.
Dampak Wall Street terhadap Pasar Saham Korea Selatan
Di Amerika Serikat, Wall Street juga memberikan sinyal yang beragam. Saham produsen chip Nvidia mengalami kenaikan setelah SpaceX mengumumkan akan menggunakan chip Nvidia secara eksklusif. Namun, saham AMD dan Alphabet justru mengalami penurunan signifikan.
Pelemahan saham semikonduktor di AS juga berdampak pada saham-saham Korea Selatan. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix, dua perusahaan terbesar di pasar tersebut, turut merosot akibat situasi global yang tidak merata.
Analis Hyundai Motor Securities, Kim Jae-seung, mengevaluasi bahwa Kospi kemungkinan tidak akan segera mengalami momentum kenaikan kuat seperti pada bulan-bulan sebelumnya. Situasi pasar yang tidak menentu menjadi faktor utama dalam menilai prospek pasar saham Korea Selatan ke depan.





