Indeks Kospi Anjlok 4,5% di Bursa Saham Asia

by -46 Views

Bursa Saham Asia Lesu di Pagi Hari

Pagi ini, bursa saham Asia Pasifik terlihat melemah dalam perdagangan sahamnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan melemahnya harga minyak dunia di awal pekan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun sebesar 1,43%, sedangkan indeks Topix juga ikut melemah sebesar 1,45%. Di Korea, indeks Kospi bahkan anjlok hingga 4,57% pada pembukaan perdagangan. Sedangkan indeks saham kapitalisasi kecil Kosdaq juga tergelincir sebesar 1,67%. Sementara di Australia, indeks ASX 200 turun 0,36% dari posisi sebelumnya.

Penyebab Penurunan Harga Minyak

Salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya harga minyak dunia adalah pernyataan Presiden Donald Trump yang membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Pernyataan ini langsung mengakibatkan penurunan harga minyak internasional. Berita tentang gelombang serangan baru yang mungkin terjadi juga membuat pasar waspada terhadap harga energi yang melonjak.

Di pasar berjangka, harga minyak mentah Brent turun sebesar US$ 3,52 menjadi US$ 84,41 sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga merosot sebesar US$ 3,49 menjadi US$ 81,18 per barel.

Reaksi dari Pasar Saham Global

Sementara itu, di Wall Street, ketiga indeks utama berhasil ditutup lebih tinggi pada hari Jumat. Dow Jones naik 276,97 poin atau sekitar 0,53%, mencapai 52.485,03. S&P 500 juga mengalami kenaikan sebesar 0,7% ke level 7.489,72, sementara Nasdaq Composite melonjak 1% menjadi 25.373,85.

Pasca penutupan perdagangan Jumat yang hampir menyentuh rekor tertinggi, perhatian pasar kini tertuju pada faktor-faktor pendorong kenaikan ini dan apakah reli tersebut dapat terus berlanjut.

Para investor yang sebelumnya terkesan optimis terhadap kinerja keuangan perusahaan teknologi kini mulai ragu mengenai peningkatan belanja terkait kecerdasan buatan (AI). Chief Investment Officer dari Verdence Capital Advisors, Megan Horneman, menunjukkan bahwa investor kini lebih memperhatikan dampak belanja modal terhadap perolehan laba secara jelas.

Source link