Tips Aman Mencampurkan Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

by -68 Views

Apakah Mencampurkan Pertamax dan Pertalite Aman untuk Kendaraan?

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kerap membuat sebagian pemilik kendaraan mencari cara untuk menghemat biaya operasional. Salah satu cara yang cukup sering dilakukan adalah mencampurkan dua jenis BBM dengan nilai oktan berbeda, seperti Pertamax dan Pertalite, dengan harapan tetap mendapatkan performa yang baik namun dengan biaya yang lebih rendah.

Secara umum, mencampurkan Pertamax dan Pertalite memang memungkinkan karena kedua bahan bakar tersebut sama-sama merupakan bensin yang diproduksi untuk kendaraan bermotor. Namun, para ahli otomotif dan teknik mesin tidak menyarankan kebiasaan tersebut dilakukan secara terus-menerus karena dapat memengaruhi performa mesin serta mengurangi manfaat yang dimiliki masing-masing jenis bahan bakar.

Perbedaan Antar Pertamax dan Pertalite

Melansir dari wahanahonda, Pertalite merupakan BBM dengan Research Octane Number (RON) 90 yang telah dilengkapi zat aditif. Sementara itu, Pertamax memiliki angka oktan lebih tinggi, yakni RON 92, dan direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi sekitar 9,1:1 hingga 10,1:1, terutama mesin yang telah menggunakan teknologi injeksi.

Angka oktan yang lebih tinggi membuat Pertamax memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan kompresi mesin. Dengan demikian, proses pembakaran dapat berlangsung lebih optimal sehingga tenaga yang dihasilkan lebih baik dan risiko terjadinya knocking atau gejala ngelitik menjadi lebih kecil.

Selain memiliki nilai oktan yang lebih tinggi, Pertamax juga mengandung zat aditif, seperti EcoSave, yang berfungsi membantu menjaga kebersihan ruang bakar dan mencegah terbentuknya kerak pada komponen mesin. Kehadiran aditif tersebut menjadi salah satu keunggulan Pertamax dibandingkan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih rendah.

Dampak Pencampuran Pertamax dan Pertalite

Penumpukan kerak tersebut dapat memicu berbagai masalah pada mesin. Salah satunya adalah kebocoran kompresi akibat terganggunya kerja piston dan ring piston. Ketika kompresi mesin menurun, performa kendaraan ikut berkurang dan efisiensi bahan bakar menjadi tidak optimal.

Pada kendaraan modern, penggunaan bahan bakar dengan oktan berbeda juga berkaitan dengan sistem elektronik kendaraan. Mesin saat ini telah dilengkapi Engine Control Unit (ECU) dan sensor knocking yang berfungsi mengatur waktu pembakaran sesuai karakteristik bahan bakar yang digunakan.

Apabila ingin beralih dari Pertalite ke Pertamax atau sebaliknya, langkah yang lebih disarankan adalah menghabiskan isi tangki terlebih dahulu sebelum mengisi dengan jenis bahan bakar yang baru. Cara tersebut membantu menjaga konsistensi kualitas bahan bakar yang digunakan sehingga sistem pembakaran dan ECU dapat bekerja sesuai dengan pengaturan yang dirancang oleh pabrikan.

Source link