Benarkah Begadang Picu Hipertensi? Simak Penjelasannya

by -229 Views

Jakarta (ANTARA) – Kebiasaan begadang atau kurang tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). Meskipun bukan satu-satunya penyebab, kurang tidur secara berulang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem pengaturan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi serta penyakit kardiovaskular.

Pentingnya Pola Tidur Sehat

Menurut organisasi kesehatan, orang dewasa sebaiknya tidur selama 7-9 jam setiap malam. Selama tidur, tekanan darah akan menurun sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh.

Ketika seseorang begadang atau kurang tidur, mekanisme tubuh terganggu sehingga tekanan darah cenderung tinggi. Begadang dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Faktor Penyebab Hipertensi

American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa durasi tidur kurang dari tujuh jam per malam dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gangguan metabolisme. Selain durasi, kualitas dan keteraturan tidur juga mempengaruhi kesehatan jantung.

Kurang tidur dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik yang mengatur respons tubuh terhadap stres. Hal ini dapat meningkatkan detak jantung, menyempitkan pembuluh darah, dan membuat tekanan darah tinggi.

Penelitian menemukan bahwa orang dengan jadwal tidur tidak teratur lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Mereka yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko hipertensi lebih tinggi.

Upaya Pencegahan Hipertensi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa hipertensi terjadi saat tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg secara menetap. Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” dan menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal di dunia.

Selain kebiasaan begadang, faktor lain seperti usia, riwayat keluarga, konsumsi garam berlebihan, obesitas, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, stres, dan penyakit tertentu juga memengaruhi tekanan darah.

Mengatur pola tidur, mengurangi konsumsi kafein malam hari, rajin berolahraga, makan seimbang, batasi garam, dan cek tekanan darah secara teratur dapat membantu menurunkan risiko hipertensi.

Secara ilmiah, kebiasaan kurang tidur memang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Namun, pencegahan hipertensi perlu dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Source link