Trump Gagal Telak Bersaing dengan Iran: Analisis Fakta

by -89 Views

Trump Meneken MoU Damai dengan Iran, Gagal Capai Target di Timur Tengah

Jakarta, CNBC Indonesia – Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai dengan Iran di Istana Versailles, Prancis, dinilai sebagai kemunduran besar bagi geopolitik Washington. Draf dokumen tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam pendekatan AS terhadap Iran, setelah sebelumnya gagal mencapai target di Timur Tengah meski telah melancarkan operasi militer besar-besaran.

Pada draf dokumen perjanjian tahun 2025, AS menuntut agar Iran tidak memiliki kapasitas pengayaan uranium domestik dan wajib mengekspor seluruh cadangan uraniumnya. Namun, pada kesepakatan terbaru, Trump harus melakukan konsesi dengan mengakui hak Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium domestik dengan alasan negara-negara lain di kawasan Teluk juga memiliki program serupa.

AS Buka Pembebasan Sanksi demi Kembalinya Ekspor Minyak Iran

Selain itu, Gedung Putih juga melonggarkan aturan pengawasan dengan mengizinkan pengenceran stok uranium berkadar tinggi menjadi 3,67% dilakukan di dalam wilayah Iran di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). AS bahkan memberikan pembebasan sanksi pada sektor jasa keuangan, perbankan, transportasi, dan proteksi asuransi maritim demi mengaktifkan kembali izin ekspor minyak mentah Iran.

Trump yang semula menuntut Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang sempat lumpuh akibat perang, kini terpaksa memberikan jaminan kebebasan navigasi tanpa biaya dalam waktu 60 hari. Namun, skema dana rekonstruksi Iran senilai US$350 miliar berisiko menjadi sia-sia karena AS menolak menyumbang dana sepeserpun.

Kesepakatan Darurat, Tidak Lebih Baik dari JCPOA Era Obama

Para diplomat menilai kesepakatan darurat ini tidak lebih baik dari perjanjian nuklir (JCPOA) era Barack Obama tahun 2015 yang lebih ketat dalam verifikasi persenjataan. Dalam MoU kali ini, ruang lingkup pembatasan nuklir dibiarkan menggantung tanpa komitmen hukum yang kuat karena Iran hanya mengulangi penolakan lisan tanpa mekanisme pembongkaran program rudal yang nyata.

Trump sendiri angkat bicara blak-blakan mengenai alasan di balik MoU darurat ini, yakni untuk menghindari ancaman resesi ekonomi global dan menyelamatkan cadangan minyak dunia yang menipis. Sebuah langkah yang sejatinya memberikan konsekuensi besar bagi geopolitik dan stabilitas wilayah di Timur Tengah.

Source link