IHSG Berpotensi Menguat Pasca Rilis Laporan MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat pada perdagangan saham Jumat, 19 Juni 2026. IHSG direncanakan akan menguji kisaran 6.476-6.577 setelah rilis laporan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Perkiraan Pergerakan IHSG
Walau IHSG sedang mengalami tekanan jual, namun masih mampu bertahan di atas moving average (MA) 20 harian. Analis memperkirakan bahwa IHSG sedang berada pada bagian dari gelombang [iv] dari gelombang 3, sehingga penguatan IHSG kemungkinan akan menguji kisaran 6.475-6.577. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi koreksi menuju level area 6.051,6.113 dengan level support di 5.784,5.594 dan level resistance di 6.286,6.459.
Rekomendasi dan Proyeksi Pasar
PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 6.170-6.400. Melihat langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan, hal ini dianggap sebagai strategi defensif untuk menjaga nilai tukar rupiah. Dampak penguatan rupiah dan pergerakan IHSG kemungkinan baru akan terlihat saat ketidakpastian global mereda dan arus dana asing kembali masuk secara konsisten.
Implikasi Laporan MSCI Terhadap Pasar Indonesia
Laporan MSCI menyebutkan bahwa banyak negara emerging markets mengalami peningkatan peringkat, tetapi beberapa mengalami penurunan akibat issue terkait dengan kepemilikan saham dan perdagangan yang terkoordinasi. Indonesia turut disoroti terkait ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan adanya indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat merusak harga saham.
MSCI menyoroti bahwa hal ini membatasi investor asing untuk menilai dengan akurat porsi saham publik, yang penting dalam pembentukan portfolio. Meskipun demikian, dengan perbaikan yang terus dilakukan, Indonesia tetap pantas berada dalam kategori emerging market dengan harapan adanya perbaikan lebih lanjut dari para pemangku kepentingan.





