Iran Boleh Berdamai: Dampaknya pada Kesejahteraan Dunia

by -152 Views

Penyok pasokan minyak dunia karena perang Iran telah menurunkan permintaan minyak mentah global secara signifikan. Namun, IEA memperingatkan bahwa resolusi damai jangka panjang dapat menyebabkan lonjakan produksi minyak pada tahun depan.

Permintaan Minyak Menurun Drastis

Dalam laporan terbaru, IEA mencatat penurunan permintaan minyak tahun 2026 sebesar 700.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya. Volume pengiriman juga anjlok drastis akibat perang Iran.

Total pasokan minyak global merosot pada bulan Mei menjadi 94,5 juta barel per hari. Kapasitas produksi turun jauh di bawah level normal sebelum pecahnya perang di Timur Tengah.

Surplus Pasokan Minyak Year 2027

IEA memproyeksikan surplus pasokan minyak yang signifikan di tahun 2027. Pasokan global diperkirakan akan mencapai 110,3 juta barel per hari, jauh di atas pemulihan permintaan yang hanya sebesar 105,3 juta barel per hari.

Kesepakatan damai AS-Iran dan pembukaan Selat Hormuz mempengaruhi sentimen pasar. Harga minyak pun mengalami penurunan signifikan menjelang penandatanganan kesepakatan formal di Jenewa.

Normalisasi Pasokan Minyak Memerlukan Waktu

Meskipun volume pengiriman melalui Selat Hormuz meningkat, proses pemulihan total diperkirakan memerlukan waktu berbulan-bulan. IEA mengingatkan bahwa cadangan minyak global menipis selama periode konflik Iran.

Kondisi kritis cadangan minyak global dan penurunan yang signifikan menyebabkan risiko stok minyak global mencapai titik terendah sebelum pasar kembali berubah menjadi surplus.

Proyeksi Keseimbangan Pasar Minyak

Analisis dari PVM Oil Associates menunjukkan bahwa harga minyak saat ini sudah mendekati level sebelum pecahnya perang Iran. Kepastian mengenai Selat Hormuz akan mempengaruhi proyeksi keseimbangan pasokan minyak dunia di masa depan.

Source link