Rupiah Menguat, IHSG Komplit, dan Sentimen Pasar di Pekan Terkini
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat
Di pekan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat. Sentimen domestik, seperti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), berpengaruh besar terhadap pasar keuangan. Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Akibatnya, rupiah perlahan menguat ke 17.800 pada pertengahan Juni 2026.
Danantara Investment Management Menggalang Dana Besar
Danantara Investment Management (DIM) berhasil menggalang dana sebesar US$ 1,5 miliar melalui penerbitan obligasi global dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.730. Obligasi ini memiliki tenor 5 tahun (5,35%) dan 10 tahun (5,95%). Selain itu, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dikonfirmasi oleh Danantara sebagai pengawas yang tidak akan mengambilalih ekspor. Namun, yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan mengalami lonjakan ke 7,57% dalam lelang pada 10 Juni 2026, melewati yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun di level 7,2%.
Sentimen Global Menopang Penguatan
Di sisi global, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi sorotan. Iran resmi membuka kesempatan kerja sama dengan AS melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan sanksi minyak AS. Hal ini turut mendorong harga minyak terkoreksi ke kisaran US$ 83-US$ 86 per barel.





