Mengapa Mendag Minta Alfamart-Indomaret Cs Jual Daging Ayam?

by -49 Views

Pemerintah Dorong Penjualan Daging Ayam di Ritel Modern

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk memperluas pasar daging ayam ras, di tengah keluhan peternak broiler yang menanggung kerugian akibat anjloknya harga ayam hidup (live bird).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bahkan berencana langsung menghubungi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin, guna mendorong penjualan daging ayam di jaringan ritel modern, termasuk minimarket.

Langkah Strategis Pemerintah

Langkah ini menjadi respons atas aspirasi peternak ayam broiler yang meminta pemerintah memperluas saluran distribusi dan penjualan produk unggas. Salah satu usulan yang disampaikan peternak adalah memperbanyak penjualan daging ayam di jaringan minimarket dan supermarket nasional, untuk membantu menyerap produksi yang melimpah.

Menurut Budi, perluasan penjualan daging ayam di ritel modern dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menyerap pasokan ketika harga daging ayam di tingkat peternak mengalami tekanan.

Skema Penyerapan Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pemerintah juga telah menyiapkan skema penyerapan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, program tersebut banyak dikaitkan dengan penyerapan telur. Ke depan, daging ayam juga akan menjadi bagian dari skema penyerapan ketika harga jatuh.

Selain melalui MBG, Kemendag akan meminta ritel modern meningkatkan penyerapan produk ayam ketika harga sedang melemah.

Budi bahkan mengaku akan segera menghubungi Aprindo, untuk membahas langkah lanjutan.

Sebelumnya, peternak ayam broiler rakyat mengeluhkan kondisi usaha yang semakin tertekan akibat anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) Kusnan mengatakan, harga ayam hidup (live bird) di wilayah Jabodetabek dan Banten saat ini hanya berada di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram (kg), jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang diperkirakan telah mencapai Rp21.000-Rp22.000 per kg.

Permindo meminta pemerintah tidak hanya fokus pada pengaturan produksi, tetapi juga memperbesar pasar dan memperkuat distribusi.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah memperluas penjualan produk unggas melalui jaringan ritel modern nasional, mulai dari minimarket hingga supermarket, agar surplus produksi ayam dapat terserap lebih optimal dan harga di tingkat peternak kembali membaik.

Source link