Kepercayaan AS Hancur: Apakah Dapat Diperbaiki?

by -56 Views

Kekhawatiran Meningkat di Eropa Terhadap Keamanan AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepercayaan publik Eropa terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat (AS) menurun drastis. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kontroversi kebijakan Presiden AS Donald Trump, mayoritas warga Eropa kini meragukan kemampuan AS untuk memberikan bantuan dalam situasi serangan terhadap negara mereka.

Menurut survei terbaru dari European Council on Foreign Relations (ECFR), hanya 11% responden di 15 negara Eropa yang masih memandang AS sebagai sekutu. Jumlah ini turun tajam dari sebelumnya dan menunjukkan adanya “ketidakpercayaan mendalam Eropa terhadap AS”.

Perubahan Persepsi terhadap Sekutu Tradisional

Survei tersebut menemukan mayoritas warga Eropa kini melihat AS sebagai sekadar “mitra yang diperlukan” atau bahkan sebagai rival atau musuh. Perubahan persepsi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan agresif dan kontroversial yang dilakukan oleh pemerintahan Trump.

Di samping itu, banyak responden juga mulai mempertanyakan reliabilitas Washington dalam memenuhi komitmen pertahanan jika terjadi serangan militer. Hal ini memicu peningkatan dukungan untuk memperkuat pertahanan Eropa secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada AS.

Dorongan untuk Pertahanan Mandiri Eropa

Para penulis laporan menyatakan bahwa momentum telah tercipta untuk para pemimpin Eropa melakukan langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas pertahanan kawasan. Dukungan masyarakat terhadap peningkatan belanja pertahanan dan dorongan untuk menggunakan persenjataan buatan Eropa semakin kuat.

Walaupun kepercayaan terhadap AS menurun, mayoritas warga Eropa masih melihat NATO sebagai fondasi utama keamanan Eropa. Meskipun demikian, terdapat panggilan untuk pembentukan organisasi pertahanan baru yang sepenuhnya berbasis Uni Eropa.

Selain itu, warga Eropa juga menunjukkan kehati-hatian terhadap Rusia, terutama terkait impor minyak dan gas Rusia. Meskipun ada kekhawatiran terkait keamanan, pandangan publik masih terbagi terkait masa depan Ukraina di Uni Eropa.

Source link