Peningkatan Likuiditas Pasar Saham
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan Liquidity Provider (LP) Saham untuk memperkuat likuiditas perdagangan saham, yang membuahkan hasil positif. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mencatat peningkatan rata-rata harian nilai transaksi pada lima emiten yang menerapkan LP Saham, dengan kenaikan hingga 119,44 persen.
Dampak Positif LP Saham
Menurut Jeffrey, kegiatan LP Saham memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar. Hal ini tidak hanya memperkuat likuiditas pasar saham, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Implementasi kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk lima saham, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), menjadi kunci sukses dalam meningkatkan transaksi saham.
Peran Sekuritas dalam LP Saham
Saat ini, PT Phintraco Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas telah menjadi pelaku dalam kuotasi LP Saham. Jeffrey berharap partisipasi lebih banyak anggota bursa dalam program ini akan terus meningkat, seiring dengan pemahaman dan pemanfaatan skema LP Saham yang semakin meluas di pasar saham.
Penambahan partisipasi anggota bursa dalam program LP Saham mencerminkan minat yang meningkat dari pelaku industri terhadap likuiditas pasar saham. Hal ini juga menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.





