IHSG Hari Ini Mengalami Penurunan Sebesar 1,7%

by -68 Views

IHSG Ditutup Merosot, Sentimen Negatif Mendominasi Pasar

Kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut, dipicu oleh berbagai sentimen negatif yang mendominasi pasar. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyampaikan bahwa tingginya ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor menjadi pendorong utama pelemahan IHSG. Hal ini juga dipengaruhi oleh rumor-rumor yang beredar di pasar domestik.

Sentimen Negatif Menguatkan Tekanan Jual

Selain rumor di pasar domestik, pelemahan IHSG juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah ditutup turun sekitar 0,46 persen menjadi Rp 18.049 per dolar AS, yang turut membebani sentimen pasar. Sementara di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga mengalami pelemahan akibat ketegangan antara AS dan Iran yang berimbas pada kenaikan harga minyak dan mengundang kekhawatiran terhadap inflasi global.

Analisis Teknikal Mendukung Tekanan Jual

Berdasarkan analisis teknikal, terlihat bahwa penurunan IHSG didukung oleh pelebaran histogram negatif Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih kuat. Meskipun IHSG berhasil menjauhi level terendah intraday, namun diperkirakan bahwa pergerakan indeks masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji area support di kisaran 5.700-5.800.

Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, menambahkan bahwa kombinasi sentimen negatif seperti pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, dan outlook Moody’s terhadap Danantara turut memperkuat penurunan IHSG. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump juga menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi pasar saham Indonesia.

Selain itu, faktor teknikal berupa panic selling dan efek margin call juga turut memperparah penurunan IHSG. Aksi jual yang semakin besar membuat IHSG merosot lebih dalam dalam perdagangan tersebut.

Source link