Rugi Besar Akibat Dana Asing Keluar Pasca Rebalancing FTSE Russell
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diwarnai tekanan hebat setelah rebalancing indeks global FTSE Russell. Hal ini memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia. Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, melaporkan net foreign sell harian mencapai Rp 1,07 triliun dengan jumlah dana asing yang telah keluar mencapai Rp 51,42 triliun sepanjang tahun ini. Dampaknya cukup terasa, dengan IHSG melemah 28,74% sejak awal tahun.
Peluang Rebound Terbuka
Meski kondisi saat ini terasa berat, Namun, Nafan melihat bahwa peluang untuk technical rebound mulai terbuka. Dengan kondisi pasar yang sudah jenuh dalam fase penjualan, IHSG diperkirakan akan memantul dalam waktu dekat. Indikator RSI menunjukkan bahwa IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold. Pola bullish pin bar yang terbentuk setelah menguji target “wave 5 / A alt.” menambah keyakinan bahwa pelemahan IHSG akan terbatas.
Nafan menyoroti bahwa saham-saham kapitalisasi besar memiliki potensi rebound yang signifikan, terutama setelah mengalami koreksi yang cukup dalam. Meskipun saham seperti DSSA keluar dari indeks, dampaknya tidak sebesar saham-saham super big caps seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan TLKM.
Pengaruh Sentimen Global dan Local
Perkembangan global seperti potensi kesepakatan perdamaian antara Trump dan Iran serta harga energi global yang tinggi turut mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 17.717 per dolar AS masih menjadi sorotan, meskipun Bank Indonesia telah mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Investor pun masih menunggu dan melihat seberapa efektif kebijakan tersebut dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.





