Serangan Rahasia UEA ke Iran: Ancaman Perang Baru

by -135 Views

UEA Melancarkan Serangan Terhadap Iran, Risiko Perang Semakin Nyata

Jakarta, CNBC Indonesia – Risiko keterlibatan langsung negara-negara Teluk dalam perang melawan Iran dilaporkan meningkat tajam setelah terungkap bahwa Uni Emirat Arab (UEA) secara rahasia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Teheran. Ketegangan ini diperparah dengan klaim Kuwait yang berhasil menangkap empat anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) saat mencoba melancarkan serangan teroris di Pulau Bubiyan.

Serangan UEA dan Klaim Kuwait Mengguncang Kawasan Teluk

Melansir laporan dari The Guardian, serangan rahasia UEA ini diyakini sebagai pembalasan atas serangan sebelumnya yang dilakukan Iran terhadap fasilitas milik mereka. Wall Street Journal melaporkan bahwa serangan tersebut, termasuk yang menyasar Pulau Lavan milik Iran, terjadi sebelum gencatan senjata tanggal 7 April.

Informasi mengenai operasi militer rahasia ini memunculkan UEA sebagai target potensial Iran jika gencatan senjata saat ini berakhir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengingatkan bahwa kelangsungan gencatan senjata tersebut kini dipertaruhkan oleh sikap Iran yang tak kunjung memberikan konsesi terkait program nuklirnya.

Ketegangan dan Biaya Perang dengan Iran Meningkat Drastis

Menurut Pentagon, biaya perang dengan Iran melonjak hingga mencapai hampir US$29 miliar (Rp507,5 triliun) dari perkiraan sebelumnya. Laporan intelijen juga mengungkap penggunaan jet tempur Mirage buatan Prancis dan drone Wing Loong buatan China oleh UEA dalam operasi melawan Iran.

Sementara itu, dampak serangan Iran sebelumnya telah menyebabkan kelumpuhan pada pabrik gas terbesar UEA, Adnoc Gas, yang diperkirakan akan membutuhkan waktu hingga tahun 2027 untuk beroperasi normal kembali.

Di tengah perseteruan ini, terbentuklah aliansi baru antara Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Qatar untuk menjaga kestabilan kawasan sambil menentang ekspansi Israel di wilayah tersebut. Isu perang semakin nyata di depan mata, mengingat klaim dan serangan terbaru yang terjadi.

Source link