Kronologi 7 Hari Drama AS-Iran di Selat Hormuz: Aksi Trump Membingungkan

by -50 Views

Drama Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz: Kronologi 7 Hari Bikin Bingung

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat dinamis dan membingungkan dalam sepekan terakhir. Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait blokade Selat Hormuz terus diwarnai oleh aksi saling serang, peluncuran operasi militer baru, hingga ancaman penghancuran total dari Presiden Donald Trump.

Peristiwa Guncang Pasar Energi Dunia

Menurut laporan The Guardian, kondisi yang awalnya tampak tenang dengan gencatan senjata yang bertahan, mendadak berubah menjadi hiruk-pikuk setelah AS meluncurkan “Project Freedom”. Proyek ini dirancang untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz yang selama ini dicekik oleh Iran, sementara AS sendiri membalas dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Rangkaian Peristiwa Memicu Kenaikan Harga Minyak

Jumat, 1 Mei 2026, Situasi keseimbangan kekuatan antara AS dan Iran mulai terlihat retak meski gencatan senjata masih berlangsung. Perseteruan saat itu masih berkutat pada bahan bakar, di mana harga minyak naik mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Sabtu, 2 Mei 2026, Trump menjelaskan tindakan Angkatan Laut AS yang kontroversial dalam operasi penyitaan kapal Iran. Hal ini memicu reaksi pasar dengan penurunan harga minyak mentah Brent dari posisi sebelumnya.

Minggu, 3 Mei 2026, Ketegangan semakin meningkat dengan peluncuran “Project Freedom” oleh AS. Meskipun mengklaim tujuan proyeknya positif, pernyataan keras dari kedua pihak menegaskan ketegangan yang terjadi.

Senin, 4 Mei 2026, Operasi “Project Freedom” dimulai dengan pasukan AS yang melaporkan aksi pencegatan terhadap Iran. Harga minyak Brent kembali merangkak naik menyusul insiden ini.

Selasa, 5 Mei 2026, Menteri Pertahanan AS menyatakan keberhasilan AS mengamankan jalur di Selat Hormuz. Namun, Trump secara mengejutkan menghentikan proyek tersebut untuk membuka ruang negosiasi perdamaian.

Rabu, 6 Mei 2026, Harapan perdamaian muncul meski ketegangan masih terasa. Ancaman pengeboman dari Trump turut menyulut kembali ketegangan antara kedua pihak.

Kamis, 7 Mei 2026, Fakta penghentian “Project Freedom” mulai terungkap dengan ketidakpuasan Arab Saudi. Kontak antara wakil AS dan Arab Saudi masih berlangsung agar mencapai kesepahaman yang lebih baik.

Demikian adalah rentetan peristiwa dramatis selama 7 hari terakhir di Selat Hormuz yang turut mengindikasikan ketidakpastian di pasar energi dunia.

Source link