Industri reksa dana di Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Menurut PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nilai asset under management (AUM) atau dana kelolaan reksa dana meningkat 23% menjadi Rp 996 triliun pada akhir Desember 2025. Peningkatan ini seiring dengan jumlah investor reksa dana yang juga mengalami kenaikan. KSEI mencatat jumlah investor reksa dana mencapai 19,17 juta SID, meningkat 37% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan minat yang semakin besar dari masyarakat terhadap produk investasi reksa dana.
Di sisi produk, terdapat 2.317 produk reksa dana dan instrumen investasi lain yang tercatat di KSEI, mengalami peningkatan sekitar 2% dari tahun sebelumnya. Penambahan produk ini memberikan pilihan investasi yang lebih luas bagi investor baik individu maupun institusi. Total aset pasar modal yang tercatat di KSEI juga mengalami peningkatan, mencapai Rp 10.438 triliun, naik 27% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan kinerja pasar saham, termasuk penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
KSEI menilai pertumbuhan AUM reksa dana dan jumlah investor sebagai indikator penguatan basis investor domestik di pasar modal Indonesia. Perusahaan ini juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pasar modal melalui berbagai rencana strategis, termasuk proyek-proyek jangka panjang.





