Pasar saham di Wall Street menampilkan kinerja yang beragam pada akhir pekan lalu, meskipun secara keseluruhan menunjukkan performa mingguan yang solid. Pelaku pasar masih waspada terhadap perkembangan hubungan antara AS dan Iran setelah dua minggu penundaan serangan yang dianggap masih rapuh. Indeks S&P 500 turun sedikit menjadi 6.816,89, sementara Nasdaq Composite mengalami kenaikan didorong oleh saham semikonduktor utama seperti Nvidia dan Broadcom. Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 269,23 poin atau 0,56% ke posisi 47.916,57. Meski demikian, S&P 500 berhasil mencatat kenaikan sebesar 3,6% selama satu minggu, Nasdaq naik sekitar 4,7%, dan Dow Jones menguat 3%, merupakan kinerja mingguan terbaik sejak November. Presiden AS, Donald Trump, menuduh Iran melakukan “pemerasan jangka pendek” terhadap dunia melalui jalur perairan internasional, sementara di platform sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa Iran tidak memiliki kartu yang kuat dan hanya bertahan untuk bernegosiasi. Pernyataan ini muncul setelah Trump memperingatkan Iran terkait biaya yang dikenakan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Bursa Saham Asia Melemah Setelah Gagalnya Perundingan AS-Iran





