Kerusuhan Akibat Perang AS-Israel Vs Iran di Negara Ini

by -46 Views

Dampak dari Siklon Ditwah di Sri Lanka masih terasa hingga saat ini, di tengah kondisi negara yang juga terdampak oleh perang antara Iran dan Amerika Serikat. Banjir hebat yang terjadi pada bulan November tahun lalu telah menyebabkan kerugian besar bagi warga Sri Lanka. Indrani Ravichandran, salah satu korban banjir, harus mengalami keadaan genting bersama keluarganya setelah rumah mereka dihancurkan oleh banjir.

Banjir yang terjadi selama tiga hari di daerah dataran tinggi tengah Sri Lanka menyebabkan hujan deras mencapai 500 mm, yang kemudian memicu banjir besar dan longsor. Korban jiwa mencapai 643 orang dengan 173 orang lainnya dilaporkan hilang. Indrani menceritakan bagaimana keluarganya harus melarikan diri di kegelapan saat air bah datang menghanyutkan sebagian rumah mereka di Distrik Kandy.

Kerusakan yang disebabkan oleh banjir ini disebut melebihi dampak Tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004. Hal ini memperparah keadaan Sri Lanka yang sudah terdampak krisis ekonomi pada tahun 2022. Negara ini sekarang dihadapkan pada “triple shock”, yaitu bencana banjir, lonjakan harga energi, dan ancaman kekeringan.

Upaya pemulihan Sri Lanka juga terkendala oleh kelangkaan bahan bakar dan gas memasak yang memicu panic buying di masyarakat. Hal ini mendorong ingatan akan krisis ekonomi sebelumnya yang berujung pada pergantian presiden. Sri Lanka saat ini masih berjuang untuk memberikan bantuan dan tempat tinggal bagi ribuan warga yang menjadi korban banjir.

Proses rekonstruksi dan stabilitas ekonomi negara ini akan menjadi ujian besar bagi pemerintah dan kepemimpinan Presiden Anura Kumara Dissanayake ke depan. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, Sri Lanka juga menghadapi risiko kehilangan pemasukan devisa dari remitansi pekerja migran. Semua pihak berharap Sri Lanka dapat pulih dan bangkit dari semua dampak bencana dan konflik yang sedang dihadapi.

Source link