Lonjakan Mingguan S&P 500 dan Variasi Lainnya di Wall Street

by -100 Views

Harga minyak telah terus berfluktuasi seiring dengan ketidakpastian pembukaan kembali jalur-jalur tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan sebesar 1,33% menjadi USD 96,57 per barel, sedangkan minyak Brent juga melemah 0,75% ke USD 95,20 per barel. Kondisi ini membuat investor di Wall Street semakin waspada, mengingat lonjakan harga energi berpotensi memicu tekanan inflasi di ekonomi AS.

Isu inflasi menjadi perhatian utama investor sepanjang pekan ini. Data indeks harga konsumen (CPI) untuk bulan Maret menunjukkan inflasi sesuai dengan ekspektasi, dengan kenaikan sebesar 0,9% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan. Lonjakan biaya energi sebesar 10,9% akibat konflik di Timur Tengah menjadi refleksi dari angka tersebut. Namun, jika komponen energi dikecualikan, inflasi inti tercatat lebih rendah dari perkiraan dengan kenaikan hanya sebesar 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.

Meskipun begitu, kekhawatiran akan inflasi tetap tinggi. Survei dari University of Michigan menunjukkan bahwa konsumen memperkirakan inflasi akan naik hingga 4,8% dalam setahun ke depan, mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya.

Source link