Pentingnya Membayar Pungutan Bea Keluar Nikel Menurut Purbaya

by -33 Views

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terhadap permintaan industri nikel untuk menunda pungutan bea keluar komoditas mineral strategis tersebut. Industri nikel menyatakan adanya gangguan harga bahan baku pengolahannya, yaitu sulfur. Namun, menurut Purbaya, alasan tersebut belum dapat diterima begitu saja, karena pemerintah perlu mengevaluasi struktur harga ekspor produk nikel yang keluar dari Indonesia. Meskipun harga bahan baku sulfur tidak stabil, eksportir produk nikel sebelumnya tidak pernah mengalami masalah. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan eksportir gelap komoditas nikel. Kementerian ESDM juga sedang mengkaji formula baru Harga Mineral Acuan (HMA) untuk komoditas nikel. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa formula HMA nikel yang baru akan memperhitungkan nilai kandungan mineral ikutan dalam bijih nikel, seperti kobalt dan besi, yang selama ini belum sepenuhnya dihargai. Pemerintah hanya akan mengubah rumus atau formula perhitungan HMA, sedangkan jadwal penerbitan dan penetapan harga acuan akan tetap berjalan seperti biasa. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan peningkatan nilai harga acuan komoditas nikel.

Source link