Trump Pusing Sendiri di Perang Iran setelah Kemakan Omongan Netanyahu

by -38 Views

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dianggap mengadopsi narasi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait potensi perang melawan Iran. Konflik yang semakin kompleks ini menunjukkan bahwa upaya Persatuan Washington-Teheran kian meningkat. Pertemuan mereka di Mar-a-Lago pada 29 Desember lalu membawa klaim bahwa Iran sedang membangun kembali kekuatan militer mereka. Netanyahu menggunakan pendekatan personal untuk meyakinkan Trump, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan Israel pada bantuan militer AS. Meskipun upaya lobi tersebut intensif, realitas di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda. Israel sebelumnya optimistis soal durasi perang tetapi berdasarkan keadaan yang terjadi, konflik ini telah berlangsung hingga bulan kedua tanpa tanda-tanda mereda. Meskipun upaya “decapitation” terhadap tokoh penting Iran gagal mengubah rezim, kekuatan Iran justru semakin terkonsolidasi. Keraguan dari dalam AS pun muncul terkait klaim Netanyahu, menyebut bahwa perang tidak selesai dengan mudah dan berdampak luas, termasuk pada ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz telah menimbulkan dampak negatif terhadap pasar energi dan perdagangan dunia. Konflik ini membuktikan bahwa janji Netanyahu tentang perang cepat dan mudah tidak dapat terwujud, malah berdampak pada instabilitas regional dan tekanan ekonomi serta geopolitik global.

Source link