Mentan RI Blak-Blakan: Stok Beras Melimpah, Kenapa Masih Impor Menir?

by -40 Views

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mendorong langkah hilirisasi beras untuk mengurangi impor beras pecah atau menir yang masih masuk ke Indonesia. Menurutnya, beras yang ada di dalam negeri bisa dipenuhi kebutuhan menir dengan cara memecah beras utuh yang sudah ada di gudang. Hal ini merupakan respons Amran terhadap wacana pengolahan tepung beras oleh Perum Bulog untuk menggantikan impor menir.

Amran menekankan pentingnya memanfaatkan persediaan beras dalam negeri daripada mengandalkan impor. Dia berpendapat bahwa pemecahan beras menjadi menir sesuai kebutuhan industri adalah langkah yang tepat. Menurutnya, dengan menggiling dan memecah beras yang ada, Indonesia bisa menutup sektor impor dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalam negeri.

Impor menir selama ini mencapai ratusan ribu ton per tahun, padahal stok dalam negeri dinilai mencukupi. Amran berkomitmen untuk mengolah beras pecah dari stok dalam negeri sesuai dengan kebutuhan industri. Dia memastikan bahwa kebijakan hilirisasi beras ini dapat dilakukan kapan saja mengingat persediaan stok yang melimpah saat ini.

Pemerintah sebelumnya mencatat adanya impor beras tertentu, termasuk menir, untuk kebutuhan industri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor beras pada Oktober 2025 mencapai 40,7 ribu ton. Impor beras sepanjang Januari hingga Oktober 2025 total mencapai 364,3 ribu ton dengan nilai US$178,5 juta. Kementerian Pertanian juga menjelaskan bahwa import beras mayoritas merupakan beras pecah 100% atau menir yang digunakan sebagai bahan baku industri.

Source link