Harga Asli BBM Pertamax: Fakta di Balik Bukan Rp12.300/Liter

by -109 Views

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin Pertamax (RON 92) sekarang ditetapkan sebesar Rp12.300 per liter, tetapi ternyata masih di bawah harga keekonomiannya. Menurut Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, harga keekonomian BBM non-subsidi untuk Pertamax diperkirakan berada di level Rp18.740 per liter. Begitu juga untuk Pertamina Dex yang diperkirakan mencapai Rp25.560 per liter. Selisih antara harga jual dengan harga keekonomian ini cukup signifikan, menyebabkan pemerintah harus menanggung kompensasi yang berisiko menambah tekanan terhadap APBN. Sektor energi ini, menurut Bhima, bisa menambah tekanan anggaran negara hingga Rp130-150 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menjelaskan bahwa harga keekonomian BBM Pertamax sangat dipengaruhi oleh harga minyak global dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan harga minyak dunia masih di kisaran US$80-90 per barel dan nilai tukar rupiah di atas Rp15.500 per dolar AS, harga keekonomian Pertamax saat ini diperkirakan berada di rentang Rp14.500 hingga Rp15.500 per liter. Meskipun harga jual BBM Pertamax masih Rp12.300 per liter, selisihnya sekitar Rp2.200 hingga Rp3.200 per liter, yang pada akhirnya bisa menjadi beban fiskal pada badan usaha jika berlangsung terlalu lama.

Selain Pertamina, sejumlah operator SPBU swasta juga masih menahan harga jual BBM non-subsidi hingga 2 April 2026. Operator swasta seperti BP-AKR dan PT Vivo Energy Indonesia juga masih menahan harga jual BBM, dengan penyesuaian biasanya dilakukan setiap 1 bulan sekali. Kondisi seperti ini bisa menimbulkan dilema kebijakan, di mana penahanan harga dapat melindungi daya beli dan menahan inflasi, tetapi jika berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan risiko finansial. Hal ini membuktikan bahwa harga BBM Pertamax saat ini masih jauh di bawah harga keekonomiannya, yang dapat berdampak negatif pada APBN.

Source link