Saham syariah memiliki karakter defensif yang signifikan menjelang Ramadan, menurut pengamat pasar modal Reydi Octa. Terlebih, saham berbasis prinsip syariah cenderung lebih stabil karena mayoritas terkait dengan sektor riil yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat. Meskipun potensi kenaikan terbuka selama bulan puasa akibat peningkatan konsumsi domestik, pergerakan saham syariah tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan, termasuk IHSG dan aliran dana asing. Investor perlu memperhatikan faktor makro yang dapat memengaruhi sentimen pasar, terutama dalam mengakumulasi saham syariah dua hingga empat minggu sebelum Ramadan. Selain itu, waktu terbaik untuk mulai mengoleksi saham syariah umumnya pada periode tersebut, di mana harga saham masih belum bergerak signifikan karena sentimen Lebaran belum sepenuhnya tercermin di pasar. Oleh karena itu, akumulasi secara bertahap dianggap sebagai strategi yang tepat untuk mengoptimalkan investasi saham syariah menjelang Ramadan.
Saham Syariah Ramadhan: Potensi Penguatan Menurut Analis





