Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk, Sudjono, memperbesar kepemilikan saham BFIN pada pertengahan Desember 2025. Dalam keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Selasa, 23 Desember 2025, Sudjono membeli 5 juta saham BFIN dengan harga Rp 702 per saham pada tanggal 19 Desember 2025. Transaksi ini bernilai Rp 3,51 miliar dan bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.
Setelah pembelian ini, Sudjono kini memiliki 35 juta saham BFIN atau setara dengan 0,23% kepemilikan. Sebelumnya, Sudjono hanya memiliki 30 juta saham BFIN atau setara dengan 0,20% kepemilikan. Pada perdagangan saham sesi kedua tanggal 23 Desember 2025, harga saham BFIN mengalami penurunan sebesar 0,70% menjadi Rp 705 per saham.
Harga saham BFIN dibuka stabil di level Rp 710 per saham, dengan level tertinggi hari itu adalah Rp 710 dan level terendahnya adalah Rp 705 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.084 kali dengan volume perdagangan 30.700 saham dan nilai transaksi sebesar Rp 2,2 miliar. Sementara itu, IHSG mengalami penurunan sebesar 0,64% menjadi 8.590 dan indeks saham LQ45 turun 1,03% menjadi 850. Mayoritas indeks saham acuan mengalami penurunan, dengan IHSG bergerak di kisaran tertinggi 8.667,73 dan terendah 8.578,73.
Terjadi penurunan pada 381 saham yang berimbas pada penurunan IHSG, sementara 284 saham mengalami kenaikan dan 142 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.219.193 kali dengan volume perdagangan mencapai 29,2 miliar saham dan nilai transaksi harian saham mencapai Rp 18,5 triliun.





