Kasus child grooming menjadi sorotan publik belakangan ini, memicu kekhawatiran akan bahaya yang dialami anak-anak. Selain dampak psikologis yang ditinggalkan, child grooming juga berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Anak korban grooming cenderung terdorong untuk memenuhi keinginan pelaku, tanpa menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak. Dampak yang umum terjadi antara lain gangguan tidur, penurunan konsentrasi belajar, hilangnya rasa percaya diri, ketinggalan batas hubungan yang sehat, hingga gangguan emosi yang serius.
Perubahan perilaku juga sering terjadi pada korban child grooming, seperti menjadi tertutup, enggan berbagi informasi, atau menunjukkan sikap mudah marah dan sensitif. Pelaku grooming juga sering memperkenalkan alkohol dan narkoba pada anak sebagai upaya eksploitasi. Hal ini bukan saja membahayakan keselamatan anak secara langsung, tetapi juga berpengaruh terhadap masa depan dan kesehatan mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk waspada dan berperan aktif dalam mencegah dampak serius child grooming terhadap tumbuh kembang anak.





