PT Vale Indonesia Tbk (INCO), perusahaan pertambangan nikel, telah mengungkapkan alokasi kegiatan operasional dalam RKAB Tahun 2026. Sebanyak 100% dialokasikan untuk operasional eksisting di Sorowako, termasuk fasilitas smelter. Sementara itu, sekitar 30% dialokasikan untuk Indonesia Growth Projects (IGP) Pomalaa, Morowali, dan Sorowako Limonite yang masih dalam tahap pengembangan.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menjelaskan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI. Operasional eksisting, terutama di Sorowako dan fasilitas smelter, mendapat alokasi penuh sementara proyek pertumbuhan diapproach dengan cara bertahap dan terukur untuk menjaga tata kelola produksi yang sehat.
PT Vale menekankan bahwa setiap penyesuaian dalam RKAB adalah bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan menghormati kewenangan Pemerintah dalam menata produksi nasional. Perusahaan berharap informasi pasca-RDP disampaikan kepada publik dengan jelas, proporsional, dan berbasis fakta. Semua ini dilakukan dengan mempertimbangkan konteks utama RDP sebagai forum pembaruan proyek dan hilirisasi nasional.





