Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 20,4 juta penderita diabetes dengan tingkat prevalensi mencapai 11,3 persen. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai peringkat kelima di dunia untuk jumlah penderita diabetes, artinya sekitar satu dari sembilan orang dewasa di Indonesia hidup dengan penyakit ini. Angka proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045.
Tingginya angka diabetes di Indonesia telah menyebabkan permintaan akan produk herbal sebagai alternatif pengobatan yang lebih terjangkau. Namun, hal ini juga membuka celah bagi peredaran produk herbal palsu yang dapat membahayakan kesehatan. Akhmad Rois, Direktur PT. Hollis Media Bariklana, perusahaan distributor produk herbal Srevot, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena ini. Diabetes merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap komplikasi kesehatan.
Penderita diabetes rentan menjadi target produk palsu karena beberapa faktor. Pertama, biaya pengobatan diabetes yang tinggi mendorong pasien untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau. Kedua, diabetes merupakan penyakit seumur hidup yang membutuhkan pengobatan konsisten, sehingga menciptakan pasar yang besar dan berkelanjutan. Fenomena ini menjadi suatu ancaman serius terutama di tengah situasi krisis diabetes nasional.





