PGEA Meningkatkan Kapasitas Terpasang untuk Ekosistem Green Hydrogen

by -37 Views

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (PGEO) tengah giat mengakselerasi pengembangan energi panas bumi hingga tahun 2025. Melalui serangkaian langkah strategis, PGE tidak hanya mempercepat transisi energi di level nasional, tetapi juga memperluas peranannya di dalam lingkup energi bersih global. Selama tahun tersebut, perusahaan mencatat berbagai prestasi penting seperti pengakuan atas praktik ESG yang berstandar internasional, peningkatan kapasitas terpasang, serta kerja sama yang semakin kuat dengan mitra lokal dan internasional.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, mengungkapkan bahwa pencapaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi landasan strategis bagi PGE dalam langkah selanjutnya. Edwil juga menegaskan komitmen PGE untuk memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai tambah bagi Indonesia dalam upaya mendukung transisi energi.

Selain itu, fondasi ini akan menjadi pijakan penting bagi PGE dalam mengambil langkah lanjut secara lebih terintegrasi, baik dengan mengakselerasi proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi energi panas bumi di Indonesia. Selaras dengan target pengembangan kapasitas hingga 1 GW, PGE mencatat kemajuan yang signifikan di sisi operasional, seperti beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW pada akhir Juni, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari 672 MW menjadi 727 MW.

Saat ini PGE semakin kokoh sebagai pengembang energi panas bumi terbesar di Indonesia, dan hal ini menjadi landasan penting bagi PGE menuju target jangka panjang. Dengan komitmen yang kuat, PGE terus mendorong pemanfaatan energi panas bumi yang terpercaya, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah untuk mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi di Indonesia.

Source link