Bursa Asia pada awal perdagangan Selasa mayoritas mengalami pelemahan, menjelang akhir tahun, mengikuti tekanan yang masih terjadi di Wall Street. Sentimen negatif terutama muncul dari aksi jual saham teknologi global di tengah kekhawatiran tentang pembentukan gelembung kecerdasan buatan (AI) yang menjadi pendorong pelemahan bursa Asia dan Wall Street. Saham Nvidia turun lebih dari 1% di AS, menghapus sebagian besar kenaikan pekan sebelumnya. Tekanan juga dirasakan oleh Palantir Technologies, Meta Platforms, dan Oracle.
Menurut CNBC, di kawasan Asia-Pasifik, indeks S&P/ASX 200 Australia membuka perdagangan dengan penguatan tipis 0,19%. Sementara itu, Bursa Jepang terpantau bergerak di zona merah dengan Indeks Nikkei 225 turun 0,49% dan indeks Topix melemah 0,36%. Saham SoftBank Group Corp juga turun lebih dari 2% setelah mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan investasi pusat data, DigitalBridge, senilai USD 4 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi SoftBank di sektor kecerdasan buatan.
CEO dan Chairman SoftBank, Masayoshi Son, menyatakan bahwa akuisisi tersebut akan memperkuat fondasi pusat data AI generasi berikutnya dan mendukung visi perusahaan untuk menjadi penyedia platform “Artificial Super Intelligence” terdepan. Sementara itu, saham DigitalBridge melonjak sekitar 10% setelah pengumuman tersebut.





