Cara Putin Dapat Dukungan Pengusaha: Rahasia dari Mantan Miliarder Rusia

by -54 Views

Jumlah miliarder di Rusia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, meskipun perang Ukraina sedang berlangsung. Namun, meskipun kekayaan mereka bertambah, orang-orang super kaya ini kehilangan suara politik. Para oligarki yang dulunya berpengaruh kini lebih memilih menjadi pendukung Kremlin, dengan harapan dapat mempertahankan posisi ekonomi mereka yang mapan. Melalui tekanan dan imbalan ekonomi, Putin berhasil memastikan para miliarder tetap mendukung pemerintahan.

Misalnya, mantan miliarder Oleg Tinkov yang mengkritik perang Ukraina di media sosial langsung mengalami konsekuensi serius. Bank yang didirikannya, Tinkoff Bank, hampir saja dinasionalisasi oleh pemerintah jika tidak memutuskan hubungan dengannya. Dalam waktu singkat, perusahaan terkait dengan pebisnis terkaya Rusia, Vladimir Potanin, berhasil membeli bank tersebut dengan harga jauh di bawah nilai sebenarnya.

Sejak awal masa kekuasaan Putin, para oligarki yang melawan kebijakan Kremlin selalu dihukum. Misalnya, Mikhail Khodorkovsky, mantan orang terkaya Rusia, dipenjara selama 10 tahun karena mendukung gerakan pro-demokrasi. Meskipun sebagian besar miliarder Rusia terlibat dalam bisnis pertahanan atau memiliki hubungan dengan Kremlin, sedikit dari mereka yang menyatakan penolakan terhadap Putin secara terbuka.

Upaya sanksi dari negara Barat tidak mampu mengubah loyalitas para miliarder Rusia, karena kekayaan mereka tetap utuh. Mereka lebih memilih untuk tetap di bawah naungan pemerintah Putin demi kepentingan ekonomi dan politik mereka. Meskipun ada beberapa miliarder yang meninggalkan Rusia karena penentangan terhadap Putin, mayoritas dari mereka tetap setia pada pemerintah dan tetap mendukung ekonomi perang Rusia. Sehingga, upaya Barat untuk memecah belah atau menentang para miliarder Rusia selalu berakhir dengan kegagalan.

Source link