Pada tanggal 24 Desember 2025, PT Harimas Tunggal Perkasa, pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), melepas 411,50 juta saham IMPC dengan harga Rp 3.160 per saham. Melalui keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan saham tersebut bernilai Rp 1,3 triliun. Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk realisasi investasi dan meningkatkan free float dengan status kepemilikan langsung.
Setelah penjualan saham IMPC, Harimas Tunggal Perkasa masih memegang 19,54 miliar saham IMPC, setara dengan 35,60%. Sebelumnya, kepemilikan saham Harimas Tunggal Perkasa sebesar 19,95 miliar saham atau setara dengan 36,35%. Pada hari penjualan, harga saham IMPC turun 2,54% menjadi Rp 3.840 per saham. Namun, awalnya harga saham IMPC dibuka naik menjadi Rp 3.980 per saham, kemudian bergerak di kisaran harga tertinggi Rp 4.010 dan terendah Rp 3.810 per saham. Perdagangan saham IMPC mencapai total frekuensi 13.183 kali dengan volume perdagangan 4.509.748 saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 1,5 triliun.
Informasi dari BEI juga menunjukkan bahwa pemegang saham perseroan terdiri dari PT Harimas Tunggal Perkasa sebesar 40,13%, PT Tunggal Jaya Investama sebesar 37,83%, dan masyarakat 22,045%. IHSG juga mengalami penurunan sebesar 0,55% sebelum libur Natal, dengan mayoritas sektor saham mengalami koreksi. Pada hari tersebut, IHSG ditutup di posisi 8.537,91, sementara indeks saham LQ45 melemah menjadi 845,44. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.534.076 dengan volume perdagangan saham mencapai 34,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 22,3 triliun, sementara nilai dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.752.





