Rumuskan | Ramalan Ekonomi RI 2026: Pandangan Pengusaha Hotel, Mal, Tekstil

by -54 Views

Tahun 2026 masih dianggap sebagai tahun yang penuh tantangan bagi dunia usaha, meskipun proyeksi menunjukkan adanya sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pelaku usaha, mulai dari sektor perhotelan, ritel, hingga industri hulu, memperkirakan adanya kendala dalam hal daya beli, ketidakpastian kebijakan, serta risiko pelemahan kinerja di kuartal pertama. Para asosiasi pengusaha menilai bahwa momentum awal tahun akan menjadi krusial untuk menjaga kinerja sepanjang 2026.

Untuk industri hotel, Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menyoroti ketidakpastian terkait efisiensi anggaran pemerintah dan pemotongan transfer dana ke daerah. Sementara itu, APPBI mengharapkan peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama di kuartal pertama 2026.

Namun demikian, beberapa asosiasi juga menyoroti risiko perlambatan di pertengahan tahun, di mana triwulan kedua dan ketiga dianggap sebagai ‘low season’. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipatif dari seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menopang kinerja usaha ritel selama periode tersebut.

Selain itu, kondisi ekonomi Indonesia diprediksi akan sedikit membaik di tahun 2026, namun pemulihannya tidak merata antar kelompok pendapatan dan wilayah. Asosiasi industri hulu juga mengidentifikasi tahun 2026 sebagai tahun krusial, terutama mengenai persaingan dengan produk impor dan kebijakan pemerintah terkait industri tekstil.

Secara keseluruhan, proyeksi berbagai asosiasi pengusaha menunjukkan bahwa tahun 2026 menghadirkan peluang pemulihan yang ditopang oleh momentum awal tahun dan belanja pemerintah. Meskipun demikian, tantangan terkait daya beli yang masih tertahan, permintaan yang mungkin tersendat, serta ketidakpastian kebijakan fiskal dan perdagangan tetap menjadi faktor penentu kinerja dunia usaha sepanjang tahun mendatang.

Source link