Peningkatan aktivitas belanja rumah tangga di musim libur akhir tahun dan pencairan kembali bantuan langsung tunai (BLT) menjadi faktor yang dianggap dapat mendorong perputaran konsumsi pada kuartal terakhir 2025. Emiten ritel mulai mengintensifkan strategi promosi untuk menangkap peluang peningkatan konsumsi masyarakat. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey, mengatakan bahwa stimulus fiskal dan faktor musiman berpotensi menjaga konsumsi tetap positif hingga akhir tahun.
Bantuan langsung tunai (BLT) memiliki efek psikologis yang signifikan terhadap keputusan belanja masyarakat. Dana bantuan tersebut umumnya digunakan untuk kebutuhan esensial dan produk rumah tangga dengan harga terjangkau, memungkinkan ritel yang fokus pada ‘value for money’ untuk mendapat manfaat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,2% pada tahun 2025, dengan konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama terhadap produk domestik bruto (PDB).
Penyaluran BLT dan bantuan sosial menjelang akhir tahun dianggap sebagai instrumen fiskal untuk menjaga daya beli, terutama pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan menengah bawah. Dana bantuan tersebut cenderung langsung digunakan untuk kebutuhan konsumsi harian, termasuk belanja perlengkapan rumah tangga, yang berdampak positif pada sektor ritel.
Perusahaan ritel PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pengelola jaringan ritel MR.D.I.Y. Indonesia, berhasil memanfaatkan momentum ini. Hingga kuartal III-2025, MDIY mencatat penjualan sebesar Rp5,7 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 17,3% secara tahunan. Laba bersih perusahaan mencapai Rp285 miliar atau tumbuh 12,7% year-on-year, seiring dengan peningkatan transaksi di toko sebesar 14,1% YoY, manajemen biaya yang disiplin, dan efisiensi operasional.
MDIY juga mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 18,2% menjadi Rp3,20 triliun, dan pertumbuhan EBITDA sebesar 15,7% menjadi Rp1,87 triliun. Perusahaan juga berhasil meningkatkan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 94,5% menjadi Rp1,0 triliun, sambil menjaga rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) pada level yang sehat, yaitu 0,4x.





