Ancaman Invasi Negara, Pesawat Pengintai AS Aksi

by -114 Views

AS Meningkatkan Tekanan ke Nigeria dengan Pesawat Pengintai dan Ancaman Militer

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan tekanan terhadap Nigeria dengan mengerahkan pesawat pengintai sejak akhir November 2025. Langkah ini dilakukan seiring dengan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melakukan intervensi militer, terutama terkait dengan kekerasan terhadap komunitas Kristen di Nigeria.

Berdasarkan laporan Reuters, pesawat pengawasan yang dioperasikan oleh kontraktor Tenax Aerospace telah melakukan misi pengumpulan intelijen hampir setiap hari di wilayah Nigeria. Pesawat tersebut biasanya lepas landas dari Accra, Ghana, menjelajahi Nigeria, dan kembali ke Ghana. Keberadaan pesawat pengintai ini menarik perhatian publik dan dianggap sebagai sinyal peningkatan kerja sama keamanan AS dengan Nigeria.

Menurut Ketua Tim Afrika Proyek Ancaman Kritis di American Enterprise Institute, Liam Karr, operasi tersebut dipimpin dari Accra, Ghana, yang dikenal sebagai pusat logistik militer AS di Afrika. Dia mengungkapkan bahwa AS sedang membangun kembali kapasitas keamanannya di Afrika Barat setelah Niger menuntut pasukan AS untuk meninggalkan pangkalan udara strategis dan berkolaborasi dengan Rusia.

Pada bulan November, Trump mengancam untuk melakukan intervensi militer di Nigeria sebagai tanggapan terhadap kegagalan pemerintah Nigeria dalam menghentikan pembunuhan dan serangan terhadap umat Kristen. Pesawat pengintai yang digunakan oleh AS di atas Nigeria adalah Gulfstream V, sebuah jet jarak jauh yang dimodifikasi untuk misi intelijen. Pentagon dan pejabat pemerintah AS telah menyatakan keterlibatan AS dalam mengatasi kekerasan agama dan terorisme di Nigeria.

Meskipun Nigeria membantah tudingan AS terhadap mereka, namun Nigeria sepakat untuk memperkuat kerja sama dengan AS guna memperkuat kemampuan militernya melawan kelompok militan seperti Boko Haram dan ISWAP. Tekanan terus meningkat dari AS terhadap Nigeria, termasuk dengan penambahan Nigeria ke dalam daftar negara pelanggar kebebasan beragama. Presiden Nigeria telah mendeklarasikan keadaan darurat keamanan dan meningkatkan aparat keamanan untuk merespons situasi yang semakin buruk.

Source link