Dampak Tarif Dagang dan Suku Bunga Fed terhadap Bursa Saham 2025

by -102 Views

Dalam kondisi ketidakpastian risiko jangka panjang, Ashmore memperkirakan imbal hasil jangka panjang akan tetap tinggi, dikenal dengan premi jangka waktu, karena kekhawatiran akan stabilitas mata uang dan keseimbangan fiskal. Bank Indonesia terlihat semakin independen namun masih khawatir atas mata uang. Meskipun demikian, diharapkan penurunan berkelanjutan dalam suku bunga dan imbal hasil. Selain itu, kualitas tetap bernilai tinggi selama gejolak data makroekonomi, dengan pengembalian MSCI Indonesia Value yang tetap di atas indeks MSCI Indonesia Growth. Meskipun ekuitas mengalami tantangan di kuartal kedua 2025, analis percaya bahwa titik terendah telah terlewati dan memproyeksikan pertumbuhan laba sebesar 12% tahun depan.

Strategi yang diambil adalah menjadi selektif baik dalam obligasi maupun saham dengan mengambil risiko durasi daripada risiko kredit karena obligasi pemerintah masih menarik. Untuk saham, fokus tetap pada saham berkualitas dengan fundamental yang kuat untuk mendukung pertumbuhan. Meskipun obligasi masih menawarkan potensi kenaikan, Ashmore merekomendasikan untuk mempertimbangkan peningkatan alokasi ke saham karena pertumbuhan pendapatan di masa mendatang bersama dengan valuasi yang mendukung dapat membawa potensi pengembalian yang lebih baik bagi investor.

Source link