Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama perdagangan 15-19 Desember 2025. Penurunan IHSG dalam seminggu ini diyakini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga dari the Federal Reserve (the Fed) AS dan Bank Indonesia (BI). Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG turun 0,59% menjadi 8.609,55, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 15.788 triliun.
Menurut Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, prospek penurunan suku bunga the Fed pada tahun 2026 dapat mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga pada 4,75% juga berdampak pada pasar saham, karena kebijakan BI cenderung lebih memperhatikan stabilitas dibandingkan pertumbuhan.
BEI juga mencatat penurunan rata-rata frekuensi dan volume transaksi harian, sementara investor asing membeli saham senilai Rp 3,27 triliun dalam seminggu terakhir. Meskipun demikian, investor asing telah melepas saham senilai Rp 22,39 triliun sepanjang tahun 2025. Namun, terjadi peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 13,23%.





