Penelitian: Dampak Negatif Lagu Pop Modern dalam 50 Tahun Terakhir

by -305 Views

Musik populer dalam 50 tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan nuansa negatif dalam lirik lagu, sebuah temuan yang menarik dari penelitian terbaru. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menganalisis lebih dari 20.000 lirik lagu dalam tangga lagu Top 100 Amerika Serikat (AS) mulai dari tahun 1973 hingga 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa lirik lagu-lagu populer menjadi lebih sederhana namun makin negatif dari waktu ke waktu, dengan kata-kata stres semakin banyak digunakan.

Para peneliti menyimpulkan bahwa tren ini sejalan dengan peningkatan depresi dan kecemasan, serta paparan berita negatif di media massa dan buku fiksi. Beberapa lagu yang menonjol dalam penelitian tersebut adalah “Cry Me A River” oleh Justin Timberlake dan “Hurt” yang dinyanyikan Elvis Presley, dengan lirik yang cenderung negatif dan berkaitan dengan stres. Namun, lagu-lagu seperti “YMCA” dari Village People dan “Do I Do” karya Stevie Wonder menunjukkan nuansa yang jauh lebih positif.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa popularitas lagu-lagu dengan lirik yang kompleks mulai meningkat sejak tahun 2016. Namun, selama peristiwa besar seperti pandemi COVID-19, lirik lagu justru menjadi lebih rumit, positif, dan mengandung sedikit kata-kata yang berhubungan dengan stres. Hal ini mungkin karena musik positif digunakan sebagai pelarian untuk mengatur emosi selama masa-masa penuh tekanan.

Kesimpulannya, temuan ini memberikan gagasan baru tentang peran musik dalam mengelola emosi, serta bagaimana musik mencerminkan perubahan suasana hati masyarakat dari waktu ke waktu. Musisi dan pencipta lagu tentunya dapat mengambil inspirasi dari temuan ini untuk menciptakan karya-karya yang lebih positif dan kompleks di masa mendatang.

Source link