Anak-anak yang mulai menggunakan smartphone sebelum usia 12 tahun menghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics. Penelitian ini melibatkan lebih dari 10.000 anak dan remaja berusia 9 hingga 16 tahun di Amerika Serikat dalam Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki smartphone sebelum usia 12 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena depresi, kurang tidur, dan obesitas. Peneliti juga menemukan bahwa semakin dini anak memiliki smartphone, semakin besar risiko kesehatan yang dihadapi.
Para peneliti menyarankan orang tua untuk memantau penggunaan smartphone anak-anak mereka dan mempertimbangkan risiko serta manfaat dari memberikan smartphone pada usia yang sangat dini. Dr. Ran Barzilay, penulis utama penelitian tersebut, menekankan pentingnya menetapkan aturan penggunaan smartphone yang jelas, termasuk mengatur pengaturan privasi dan konten. Aktivitas fisik juga penting untuk kesehatan fisik dan mental anak, jadi harus diberikan waktu yang cukup untuk melakukan aktivitas di luar ponsel mereka.
Orang tua disarankan untuk meluangkan waktu untuk memantau anak-anak mereka dan memastikan mereka tidak terpapar konten yang tidak pantas. Ponsel pintar tidak boleh mengganggu waktu tidur, makan malam, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Pada akhirnya, ponsel pintar adalah bagian dari kehidupan modern, tetapi mengambil langkah-langkah untuk membatasi dan memonitor penggunaannya penting untuk menjaga kesehatan anak secara keseluruhan.





